PPILH-UISU

Sekilas tentang PPILH-Universitas Islam Sumatera Utara

Pusat Pengkajian dan Informasi Lingkungan Hidup (PPILH) Universitas Islam Sumatera Utara didirikan pada tahun 2020 sebagai unit yang memfokuskan diri pada penelitian, edukasi, dan pengabdian masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan sumber daya alam. PPILH UISU berperan aktif dalam melakukan riset berbasis bukti ilmiah yang mendukung pengambilan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam menjalankan tugasnya, PPILH bekerja secara erat dan koordinatif dengan Lembaga Penelitian UISU serta bertanggung jawab langsung kepada Rektor. Hal ini memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan PPILH selaras dan terintegrasi dengan agenda strategis universitas.

Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup PPILH meliputi berbagai kegiatan, antara lain penyelenggaraan pelatihan dan workshop untuk meningkatkan literasi sains lingkungan, pemberian masukan kebijakan kepada pemerintah, serta pengkajian dan pengembangan kurikulum mata kuliah Lingkungan Hidup dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) di fakultas-fakultas terkait. Dengan demikian, PPILH berkontribusi secara signifikan dalam memperkuat kapasitas akademik dan pemberdayaan masyarakat di bidang lingkungan hidup.

Ragam Kegiatan PPILH UISU

Edukasi Soft eco Enzyme

Medan, 19 Oktober 2023 – Pusat Pengkajian dan Informasi Lingkungan Hidup (PPILH) Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) sukses menggelar pelatihan pembuatan Soft Eco Enzyme yang bekerjasama dengan Fakultas Pertanian UISU. Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 19 Oktober 2023 ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis mengenai pembuatan Soft Eco Enzyme, sebuah produk ramah lingkungan yang dapat digunakan sebagai pembersih alami sekaligus sebagai media pengomposan organik. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk langsung mempraktekkan proses pembuatan Eco Enzyme menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan.

Menurut Ketua PPILH UISU, kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang fokus pada inovasi teknologi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat kampus. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa, tetapi juga dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan di sekitar kita,” ujarnya.

Mahasiswa peserta pelatihan menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya dan berpartisipasi dalam setiap tahapan pembuatan Soft Eco Enzyme. Salah satu peserta, [nama mahasiswa], mengungkapkan rasa senangnya, “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena selain belajar teori, kami juga langsung praktik membuat Eco Enzyme yang mudah dan ramah lingkungan.”

Kolaborasi yang terjalin antara Pusat Pengkajian dan Informasi Lingkungan Hidup (PPILH) dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) diharapkan menjadi fondasi kuat untuk kerja sama jangka panjang. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengembangkan berbagai solusi inovatif yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Melalui kemitraan ini, kedua pihak berupaya mendorong riset, edukasi, dan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, sehingga mampu menjawab tantangan lingkungan secara efektif sekaligus memberdayakan komunitas secara luas

FP dan PPILH UISU Panen Soft Eco Enzyme

Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) menggelar panen Soft Eco Enzyme hasil fermentasi yang dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2023 di Gedung Fakultas Pertanian, Medan. Kegiatan ini melibatkan Pusat Pengkajian dan Informasi Lingkungan Hidup (PPILH), narasumber Ramod Tobing, serta mahasiswa dari berbagai fakultas di UISU.

Iriani SE MSi dari PPILH menjelaskan proses pembuatan Soft Eco Enzyme selama enam bulan menggunakan jerigen yang rapat agar tidak terkontaminasi udara. Ramod Tobing menambahkan bahwa Soft Eco Enzyme berbeda dengan Eco Enzyme biasa karena menggunakan bahan organik fermentasi limbah dapur, seperti kulit buah yang mudah didapatkan dan bermanfaat sebagai nutrisi tanaman sekaligus solusi pengelolaan limbah organik.

Ramod juga mengungkapkan manfaat Soft Eco Enzyme untuk kesehatan, seperti sabun mandi alami yang cocok untuk kulit karena menggunakan bahan buah bersih seperti mangga, jeruk, apel, dan pisang. Ia mendorong mahasiswa dan dosen untuk aktif membuat dan menyebarkan ilmu pembuatan Soft Eco Enzyme ke masyarakat sebagai cara detox alami dan potensi ekonomi tambahan.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa pembuatan Soft Eco Enzyme mudah dilakukan dan memberikan manfaat langsung baik bagi kesehatan maupun ekonomi masyarakat.

 

homescontents
homescontents
Slot gacor Slot gacor Slot gacor Slot gacor